FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ADOPSI TEKNOLOGI BIOGAS PADA PETERNAK SAPI PERAH DI DESA PINANG KECAMATAN CENDANA KABUPATEN ENREKANG

Abstract

Selama  ini  banyak  keluhan  masyarakat  akan  dampak  buruk  dari  kegiatan  usaha peternakan karena sebagian besar peternak mengabaikan penanganan limbah dari usahanya, bahkan  ada   yang   membuang  limbah  usahanya  ke   sungai,   sehingga terjadi  pencemaran lingkungan. Limbah peternakan yang dihasilkan oleh aktivitas peternakan seperti feses, urin, sisa pakan, serta air dari pembersihan ternak dan kandang menimbulkan pencemaran memicu kritikan dari warga sekitar baik berupa bau tidak enak yang menyengat, sampai keluhan gatal-gatal ketika mandi di sungai yang tercemar limbah peternakan.Pada satu sisi pengolahan limbah akan mengurangi dampak  terhadap  lingkungan,  disisi  lain  pengolahan  limbah  akan  memberikan keuntungan kerena pengolahannya dapat digunakan sebagai bahan bakar. Salah satunya adalah teknologi biogas yang merupakan bahan bakar yang layak digunakan secara ekonomis terutama untuk mengurangi pencemaran lingkungan di daerah pedesaan. Teknologi biogas di Desa Pinang Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang pada awalnya sebagai upaya pemanfaatan feces sapi sebagai energi alternatif dan mengurangi pencemaran lingkungan. Sehubungan dengan itu, muncul masalah yang  berhubungan dengan adopsi  biogas di kalangan peternak sapi perah. Menurut teori Rogers (2003), difusi-adopsi berhubungan dengan cepat lambatnya seorang individu mengadopsi inovasi lebih dini dibanding anggota lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyuluhan, pengalaman, pendidikan, dan motivasi berpengaruh terhadap adopsi teknologi biogas di Desa Pinang, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2016 bertempat di Desa Pinang Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif eksplanatori. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap adopsi teknologi biogas adalah penyuluhan dan motivasi, sedangkan yang tidak berpengaruh adalah pendidikan dan pengalaman.