Implikasi Majelis Taklim dan Tawajjuh terhadap Partisipasi Masyarakat

Abstract

Majelis Ta'lim is a means of developing Islamic Da'wah using lecture methods and ending with questions and answers. In general, Majelis Ta'lim is a purely non-governmental organization, which is born, managed, maintained, developed, and supported by its members. The teaching carried out in Majelis Ta'lim leads to the teaching of Tauhid, sharia, and Sufism. Related to this, the study aims to know the presence of Majelis Ta'lim in the community, how the participation of the participants in the activity of Majelis Ta'lim and what the impact for the society. In completing this research, the authors used a qualitative descriptive approach with the research location in Kaway District XVI West Aceh Regency. Data obtained from Tengku Pesantren, guide Zikr and Zikr participant. The results of the study found that the Majelis Taklim and Tawajuh affect the increasing number of worshippers present. People who participated in Majelis Ta'lim and Tawajuh had many changes in morality, the occurrence of good relations with our fellow communities and can avoid the 'ghibah'. The influence of the Majelis Ta'lim and Tawajuh has also formed a society that the individual Shaleh also social Shaleh. The community of Kaway XVI Sub-district is very large participation in following the activities of the Assembly Taklim and Tawajuh, although the mileage of gampong organizing the activities of the Majelis Ta'lim and Tawajuh is very far. Even people willingly bring food to give to other pilgrims.  Abstrak: Majelis taklim merupakan sarana pengembangan dakwah Islam dengan menggunakan metode ceramah dan diakhiri dengan tanya jawab. Pada umumnya majelis ta’lim adalah lembaga swadaya masyarakat murni, yang dilahirkan, dikelola, dipelihara, dikembangkan, dan didukung oleh anggotanya. Pengajaran yang dilakukan dalam majelis taklim mengarah pada pengajaran tauhid, syariat dan tasawuf. Terkait hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiamana pengaruh hadirnya majelis ta;lim dalam masayarakat, bagaimana bentuk partisipasi masayarakat terhadap kegiatan majelis ta;lim serta apa dampaknya bagi masyarakat tersebut. Dalam menyelesaikan penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Data diperoleh dari Tengku pesantren, pemandu zikir serta jamaah zikir. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Majelis taklim dan tawajuh telah berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah jamaah yang hadir. Masyarakat yang mengikuti majelis taklim dan tawajuh banyak mengalami perubahan akhlak ,terjadinya hubungan baik dengan sesama masyarakat dan dapat menghindari ghibah. Pengaruh majelis taklim dan tawajuh juga telah membentuk masyarakat yang shaleh secara individu juga shaleh secara sosial. Masyarakat kecamatan Kaway XVI sangat besar partisipasi dalam mengikuti kegiatan majelis taklim dan tawajuh, meskipun jarak tempuh dari gampong penyelenggara kegiatan majelis taklim dan tawajuh jaraknya sangat jauh. Bahkan masyarakat dengan suka rela membawa makanan untuk disedakahkan kepada jamaah-jamaah lainnya.