Interpretasi Al-Qur'an Surat Al-Maidah 51: Aplikasi Teori Penafsiran Hermenutika Jorge J. E. Gracia

Abstract

This article describes the study on the interpretation of the surah al-Maidah: 51. Literally, the surah: 51 prohibit the Muslims from electing and appointing a Christian and a Jew as an awliya. The researcher used the Jorge J. E Gracia’s hermeneutic approach in a book called A Theory of Textuality. The study also uses qualitative methods with a library research. Gracia's main theories include the nature of interpretation, interpreters’ dilemma and interpretation function (historical function, meaning development function and implication function). Interpretation typology can assess the truth and plurality of interpretations truth, objectivity and subjectivity of interpretation, and the concept of understanding.Abstrak: Artikel ini berisi penelitian tentang penafsiran Al-Qur’an surah al-Maidah: 51. Secara literal, Al-Qur’an surah :51 berisi tentang larangan tentang umat Muslim dalam memilih dan mengangkat seorang Nasrani dan Yahudi menjadi seorang awliya’. Peneliti Menggunakan pendekatan hermenuetika Jorge J.E Gracia dalam buku yang berjudul A Theory of textuality. Penelitian juga menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan jelas penelitian library research . Teori-teori pokok Gracia meliputi hakekat interpretasi, dilema seorang penafsir dan fungsi interpretasi (fungsi histori,fungsi perkembangan makna dan fungsi implikasi) tipologi penafsiran bisa dinilai kebenaran dan pluralitas kebenaran interpretasi,obyektivitas dan subyektivitas penafsiran,serta konsep mengenai pemahaman.