PROBLEMATIKA SUBGENRE DALAM CINTA TAK PERNAH TUA KARYA BENNY ARNAS [The Problematics of Subgenre in Benny Arnas’ Cinta Tak Pernah Tua]

Abstract

The objective of this study wadescribing the uniqueness of narrative structure of “Cinta Tak Pernah Tua” which has consisting of the various usage of pronouns refer to the central character in each story and in order of all stories which seems not interconnected so  it created the problem which can be classified into subgenre problematics of the collection of stories or novel “Cinta Tak Pernah Tua”. The research method used in this study wasstructural method.  this research used­ Gerard Genette’s narratology theory. The result showedthe uniqueness of the various usage of pronouns referring to the central character in each story as the result of the different viewer and story teller of those stories. In addition, all stories which were published in mass media, in fact, have linearity in their story order. In conclusion, “Cinta Tak Pernah Tua” can be classified as a novel. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keunikan struktur naratif Cinta Tak Pernah Tua yang meliputi, kevariatifan penggunaan kata ganti yang mengacu pada tokoh yang menjadi fokusdi setiap cerita dan tata semua cerita yang tampak tidak berkaitan sehingga menimbulkan problematika termasuk dalam subgenre kumpulan cerpen atau novel buku Cinta Tak Pernah Tua tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode struktural. Teori yang digunakan yakni teori naratologi Gerard Genette. Hasil penelitian ini adalah keunikan kevariatifan pemakaian kata ganti yang mengacu pada tokoh yang menjadi fokus di setiap ceritadisebabkan pemandang dari beberapa cerita tersebut berbeda serta pencerita beberapa cerita tersebut berbeda pula. Selain itu, semua cerita yang termuat di beberapa media masa ternyata mempunyai kelinearan dalam tata ceritanya.Simpulannya, Cinta Tak Pernah Tua dapat digolongkan menjadi sebuah novel.