FUNGSI PERTUTURAN DALAM TAWAR MENAWAR PAKASAM DI PASAR TRADISIONAL [The Function of the Interests Offering Pakasam in Traditional Markets]

Abstract

This research discussed the functions of substitution in bargaining pakasam at traditional markets   which aimed to describe its fucntions The method used  descriptive qualitative method. The data was  the speeches between sellers pakasam with buyers. In collecting the data, it used some techniques, such as: (1) observation, (2) interview, (3) simak libat cakap dan simak bebas libat cakap technique, and (4) noted technique . The results of the analysis indicated that there were five substitution functions  in bargaining pakasam at traditional markets, they were: (1)  declared information; (2) asked for an excuse ands opinion; (3) commanded , prohibited, approved and rejected; (4) apologized ; And (5) critized. In this study, the mostly found was the function of ordering. it included three categories of functions there were: (1)  commanded by ordering, (2) commanded by prohibiting, and (3) commanded by agreeing and rejecting. whilethe asking function includes two categories, : (1)  asking for reasons and (2)  asking for an opinion. Then, the declaring functiononly has one category, that was, declaring the information and  followed by appolizing and the criticizing  function. Penelitian ini membahas fungsi pertuturan dalam tawar menawar pakasam di pasar tradisional dengan tujuan untuk mendeskripsikan fungsi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data  penelitian ini merupakan tuturan-tuturan antara penjual pakasam dengan pembeli. Dalam mengumpulkan data digunakan teknik, yaitu: (1) observasi,(2) wawancara, (3) teknik simak libat cakap dan simak bebas libat cakap, dan(4) teknik catat. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat lima fungsi pertuturan dalam tawar menawar pakasam di pasar tradisional, yaitu: (1) fungsi pertuturan menyatakan informasi; (2) fungsi pertuturan menanyakan alasan dan meminta pendapat; (3) fungsi pertuturan , menyuruh, melarang, menyetujui dan menolak; (4) fungsi meminta maaf; dan (5) fungsi mengeritik. Dalam penelitian ini yang paling banyak ditemukan adalah fungsi pertuturan memerintah, yakni mencakup tiga kategori fungsi pertuturan: (1) fungsi pertuturan memerintah dengan menyuruh, (2) fungsi pertuturan memerintah dengan melarang, dan (3) fungsi pertuturan memerintah dengan menyetujui dan menolak. Diikuti fungsi pertuturan menanyakan yang mencakup dua kategori, yaitu: (1) fungsi pertuturan menanyakan dengan meminta alasan dan (2) fungsi pertuturan menanyakan dengan meminta pendapat. Kemudian, fungsi pertuturan menyatakan hanya mencakup satu kategori, yakni fungsi pertuturan menyatakan informasi serta diikuti dengan fungsi pertuturan meminta maaf dan fungsi pertuturan mengeritik.