Peran Public Relations dalam Mempertahankan Reputasi Lembaga Penyiaran Sebagai Media Dakwah

Abstract

Hadirnya lembaga penyiaran dakwah ditengah masyarakat tidaklah hanya berperan sebatas memberikan informasi saja tentang nilai-nilai Islam yang dikemas dengan beragam program acara, namun harapan yang ada adalah bagaimana kehadiran lembaga penyiaran dakwah dapat berimplikasi kepada refleksi perilaku umat muslim yang berperilaku Islami sesuai dengan ajaran Al qur’an dan Hadits. Pihak pengelola lembaga penyiaran harus meyakinkan posisi penting kehadiran mereka di tengah masyarakat (audiensi), yakni dengan memberikan program-program acara yang berkualitas. Tidak sampai di situ saja, hubungan yang baik dengan khalayak dari sebuah lembaga penyiaran pun harus dibina. Hal ini tidak lain agar eksistensi lembaga sebagai media penyampai pesan dakwah tetap didukung keberadaannya agar tetap bertahan di tengah maraknya persaingan. Hubungan ini dapat dibina dengan menjalin komunikasi yang efektif antara lembaga penyiaran dengan khalayak (publik) untuk menghasilkan good image, good will, mutual uderstanding, mutual appreciation, dan tolerance yang dijembatani dengan kehadiran Public Relations (PR)/Humas selaku corong informasi sebuah organisasi penyiaran. Berangkat dari hal tersebut, tulisan ini mengangkat tentang peran Public Relations dalam mempertahankan reputasi lembaga penyiaran sebagai media dakwah.