PENERJEMAHAN MANUSKRIP DI LOMBOK: SUATU USAHA UNTUK MEMAHAMI NILAI BUDAYA SASAK

Abstract

Manuskrip atau naskah kuno merupakan salah satu artefak warisan nenek moyang yang sangat berharga karena di dalamnya tersimpan jejak sejarah, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai budaya masa lalu. Pulau Lombok dikenal menyimpan banyak koleksi manuskrip baik yang tersimpan di museum maupun yang berada di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan preservasi fisik dan non-fisik manuskrip – preservasi kandungan. Makalah ini bertujuan untuk menawarkan sebuah gagasan bahwa penerjemahan teks manuskrip merupakan salah satu usaha untuk memahami nilai-nilai budaya masyarakat Sasak. Penerjemahan dianggap sebagai-bagian dari upaya preservasi manuskrip secara non-fisik. Data-data dalam kajian ini dikumpulkan melalui studi lapangan di desa Sakra tempat disimpannya beberapa manuskrip berbahan lontar. Hasil wawancara dengan pemilik manuskrip dan penduduk sekitar menunjukkan bahwa manuskrip-manuskrip tersebut sarat akan nilai-nilai budaya seperti nilai hubungan manusia dengan Tuhan dan nilai hubungan manusia dengan sesama. Data pendukung dikumpulkan melalui kajian pustaka terhadaap berbagai referensi tertulis. Data-data itu kemudian dianalisis untuk mendukung tema kajian ini. Masyarakat tidak dapat mengambil manfaat dari keberadaan manuskrip itu karena kendala bahasa dan aksara. Hanya segelintir orang yang dapat memahami teksnya karena bahasa dan aksara yang digunakan tidak dipakai lagi di tengah-tengah masyarakat Sasak. Penerjemahan manuskrip Sasak pernah dilakukan tapi tidak ada keberlanjutan disebabkan oleh kurangnya perhatian pemerintah terhadap pengkajian dan penerjemahan manuskrip serta sedikitnya ahli yang memahami bahasa dan aksara manuskrip yang dikenal dengan aksara jejawan. Dapat disimpulkan bahwa pemerintah perlu membentuk bidang atau lembaga yang khusus bertugas untuk mengkaji dan menerjemahkan manuskrip serta melanjutkan pengajaran aksara jejawan sebagai muatan lokal di tingkat sekolah dasar.