PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS PESANTREN

Abstract

Pendidikan karakter berbasis pesantren adalah sebuah pendidikan etik yang berbasis pada budaya lokal. Pendidikan karakter di pesantren hendaknya tidak lagi pengajaran akhlak di madrasah atau pesantren tapi lebih pada pendidikan karakter secara holistic dan tidak hanya menyentuh ranah pengetahuan karakter secara kognitif saja tapi juga dua ranah selanjutnya yaitu afektif dan psikomotorik. Ruswort Kidder menjelaskan tujuh kualitas yang diperlukan untuk suatu program pendidikan karakter yang berhasil, yang disebutnya sebagai “Seven E’s yaitu: empowered (pemberdayaan);effective;extended into to community; embedded (melekat); engegad (terlibat)epistemolgical (epistemologi) dan; Evaluative. Di Pesantren Tebuireng, upaya membentuk karakter baru pada tahap awal. Kami mencoba mengambil inti sari dari nilai-nilai yang diwariskan oleh Pendiri Pesantren Tebuireng, KH Hasyim Asy’ari yang tercantum dalm buku-buku karya beliau. Setelah melalui pembahasan kami menampilkan 5 nilai yang akan kami coba untuk ditanamkan kedalam diri para santri. Kelima nilai itu adalah: ikhlas, jujur, kerja keras, tanggung jawab, dan tasamuh. Tasamuh adalah sikap lapang hati, pedduli, toleran, anti kekerasan, menghargai perbedaan, dan menghargai hak orang lain.