PERBANDINGAN KECERDASAN MAJEMUK (Perspektif Al-Qurân dan Barat)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang posisimanusia cerdas dan perbandingan bentuk kecerdasanmajemuk dalam perspektif Al-Qurân dan barat. Hasilpenelitian menunjukkan posisi manusia cerdas terungkapdalam konsep manusia pilihan dalam kata mukhlason(bersih/pilihan), al-Mushthofaina (orang-orang pilihan), dan al-Khiyarah (pilihan). Posisi manusia terbaik dalam kata al-husnâ(terbaik) dan husnu (yang terbaik). Manusia cerdas dalamposisi manusia utama, tertuang dalam kata yatafadldlola(lebih utama/tinggi), fadlun fadlun/tafdilan(keutamaan/kelebihan), khair (lebih baik utama), aulâ atau faaulâ (lebih utama) dan al-mutslâ (utama/baik). Hasil yangkedua perbandingan kecerdasan majemuk yang ditemukandalam konsep Al-Qurân dan Gardner, yaitu: kecerdasanbahasa dimaknai dengan kecerdasan linguistic, kecerdasanberpikir dimaknai sama dengan kecerdasan logic-mathematic.Kecerdasan hati disamakan dengan kecerdasan intrapersonal.Kecerdasan hidup disamakan dengan kecerdasaneksistensional. Kecerdasan sosial disamakan dengankecerdasan interpersonal. Kecerdasan tubuh disamakandengan kecerdasan kinestetik. Kemudian kecerdasan melukisdisamakan dengan kecerdasan visual-spasial. Kecerdasan senidisamakan dengan kecerdasan irama-musik dan kecerdasaneksplorasi alam disamakan dengan kecerdasan naturalis.Kemudian temuan penelitian lain bahwa kecerdasanberwiraswasta, kecerdasan spiritual, kecerdasankepemimpinan, kecerdasan akhlak dan kecerdasan kinerjatidak ditemukan dalam konsep Gardner.