Konflik Yang Represif: Studi Kasus Terhadap Pasujudan Santri Luwung Padepokan Bumi Arum Di Sragen

Abstract

AbstrakPenelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengungkapkan terjadinya konflik antarmasyarakat Dukuh Bedowo, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen dengan jamaah Santri Luwung disertai dengan keterlibatan laskar-laskar Islam di dalam kronologi konflik Santri Luwung. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini mendapatkan fakta bahwa kehadiran laskar-laskar yang berasal dari Solo Raya di wilayah konflik ternyata menjadi salah satu faktor yang ikut memperkeruh permasalahan. Mereka tidak dapat menjadi agen perekat kerukunan, namun justru sebaliknya, bahwa dengan kehadiran laskar-laskar di wilayah konflik akan menambah hangat permasalahan yang ada karena mereka mempunyai “agenda advokasi” terhadap masing-masing pihak yang sedang bertikai sehinga mengakibatkan terjadinya relasi yang tidak harmonis dalam hal kerukunan umat beragama.Kata Kunci: Konflik, Santri Luwung, Laskar Islam, Sragen, AbstractThis qualitative reserach aims to reveal the conflict between communities of Bedowo, Jetak Village, Subdistrict Sidoharjo, The Regency of Sragen with Santri Luwung community accompanied by the involvement of the Islamic paramilitary troops in the conflict chronology of Santri Luwung. The Data was collected through interview, observation, and documentation. This research get the fact that the presence of Islamic paramilitary troops from Solo Residency in the area of conflict turned out to be one of the factors that contributed worsen the problem. They can not be harmony adhesive agent, but on the contrary, that the presence of Islamic paramilitary troops in conflict areas will add a warm existing problems because they have "advocacy agenda" against each of the parties in conflict so that does not result in a harmonious relationship in terms of religious harmony.Keywords: Conflict, Santri Luwung, Islamic Paramilitary Troops, Sragen