LEGENDA LOK LAGA (Studi Lirik Lagu Musik Panting Kalsel)

Abstract

ABSTRACTThis paper is the result of a transcription text analysis of a song titled "lok laga" hosted by panting music group in South Kalimantan. Using the qualitative approach and the semiotic method of Riffatere poems, it is found that this work is part of the oral tradition that is packed in the song. The purpose or function derived from this song are some things, among them are the description of the ideal traditional wedding of South Kalimantan in the past, the myth of the dragon which is a form of local wisdom and cultural fusion in Borneo, and the marker of a tourist site as a promotional event. Another interesting thing found in the lyrics is the songwriter's message to direct the listener to change the perception of myth into something less sacred.Keywords: Panting Music Group; Lok Laga; South Kalimantan; Riffatere’s Semiotic. AbstrakTulisan ini merupakan hasil analisis teks transkripsi sebuah lagu berjudul “lok laga” yang dibawakan oleh grup musik panting di Kalimantan Selatan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode semiotika puisi Riffatere didapatkan hasil bahwa karya ini merupakan bagian dari tradisi lisan yang dikemas dalam lagu. Tujuan atau fungsi yang didapatkan dari lagu ini ada beberapa hal, di antaranya adalah deskripsi pernikahan adat Kalimantan Selatan yang ideal pada masa lampau, mitos tentang naga yang merupakan bentuk kearifan lokal dan perpaduan budaya di Kalimantan, dan penanda situs wisata sebagai ajang promosi. Hal menarik lainnya yang ditemukan dalam lirik ini terdapat pesan pengarang lagu untuk mengarahkan pendengar mengubah persepsi mitos menjadi hal yang tidak terlalu sakral. Kata kunci: Musik panting, lok laga, Kalimantan Selatan, Semiotik Riffatere