PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP NILAI-NILAI BUDAYA PADA RUMAH TRADISIONAL MASYARAKAT SADE LOMBOK TENGAH

Abstract

Rumah Tradisional masyrakat suku sasak yang ada di pulau Lombok provinsi Nusa Tenggara Barat yang dimana masih menjaga keaslian rumah tradisonal dan memperkuat Lanti (Belulut) dengan kotoran kerbau. Menjaga nilai-nilai yang ada dalam kepercayaan turun-temurun dari nenek moyang, namun seiring perkembangan zaman dan globalisasi telah mempengaruhi keaslian rumah dan nilai-nilai budaya masyarakat Sade. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan globalisasi terhadap nilai-nilai budaya pada rumah teradisional masyarakat Sade Lombok Tengah dan masalah-masalah yang ditimbulkan oleh gelobalisasi terhadap nilai-nilai budaya pada rumah tradisional masyaraakt Sade Lombok Tengah. Metode Penelitian adalah metode kulitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Dusun Sade, Desa Rambitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, informan dalam penelitian ini adalah masyarakat, tokoh adat, dan pemerhati budaya. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dilapangan bahwa pengaruh globalisasi terhdap nilai-nilai budya pada masyarakat sudah mulai terpengaruh dimana nilai-nilai atau kebiasaan yang sudah dilakukan oleh masyarakat setempat yang merekat dan memperkuat lantai menggunakan kotoran kerbau. Juga terlihat dari bentuk bangunan rumah masyarakat yang sudah banyak meniggalkan keaslian dari rumah teradisional tersebut. Hal ini membuat nilai-nilai budaya pada rumah tradisional masyarakat sedikit mengalami perubahan.Traditional Houses of the Sasak tribe people on the island of Lombok in the province of West Nusa Tenggara where they still maintain the authenticity of traditional homes and strengthen Lanti (Belulut) with buffalo dung. Maintain the values that exist in the hereditary beliefs of the ancestors, but over the times and globalization have influenced the authenticity of the house and the cultural values of the Sade community. The purpose of this article is to find out the influence globalization has on the cultural values in the traditional houses of Sade Tengah, Central Lombok and the problems posed by globalization of cultural values in the traditional Sade Lombok Central community house. Research Method is a qualitative method with a descriptive approach. This research was conducted in Sade Hamlet, Rambitan Village, Pujut District, Central Lombok Regency, informants in this study were the community, traditional leaders, and cultural observers. Methods of data collection using observation, interviews, and documentation with data analysis techniques using interactive analysis models. Based on the results of research obtained in the field that the influence of globalization on cultural values in the community has begun to be affected where the values or habits that have been carried out by local communities that glue and strengthen the floor using buffalo dung. It can also be seen from the shape of the community house building that has abandoned the authenticity of the traditional house. This makes the cultural values of traditional houses change slightly.