PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM PERSPEKTIF ALQURAN

Abstract

Al-Quran merupakan kitab suci umat Islam berisi pedoman hidup manusia. Sebagai pedoman hidup manusia, pasti di dalam alQuran tidak hanya memuat pedoman dalam beribadah saja, tetapi memuat pedoman hubungan antar manusia. Salah satu pedoman dalam hubungan antar manusia adalah pedoman yang mengatur cara menuntut ilmu termasuk di dalamnya adalah pembelajaran. Dalam artikel ini, akan disampaikan proses pembelajaran matematika dalam perspektif alQuran. Proses pembelajaran matematika dalam artikel ini merupakan tafsiran dari ayat-ayat alQuran yang dikaitkan dengan konsep pembelajaran matematika yang berkembang sekarang. Prinsip pembelajaran dalam alQuran adalah 1) kegiatan belajar tak dapat diwakili orang lain, harus dialami sendiri oleh siswa, 2) mengajar merupakan upaya untuk membuat orang lain belajar, 3) peran utama pengajar adalah menciptakan kondisi agar terjadi kegiatan belajar pada diri siswa, 4) pendekatan pembelajaran berpusat pada siswa, 5) saling berinteraksi, saling membantu, saling berbicara asyik dengan apa yang dikerjakan, dan 6) berbagi materi saling bertanya/ menjawab. Pembelajaran matematika dalam perspektif alQuran setidaknya memuat kegiatan-kegiatan sebagai berikut: 1) mengamati, membaca, berpikir (QS 96: 1-5), 2) tanya jawab (QS 55: 13), 3) percobaan (QS. 23: 12-16), 4) diskusi (QS 16: 125), 5) pemberian tugas/pembiasaan (QS 16: 67; QS 2: 219; QS: 4: 43; QS 5: 90),  6) pemecahan masalah (QS 94: 5-8), dan 7) refleksi (QS 2: 31-33).