Mitos Dalam Karikatur Anti Korupsi

Abstract

Penelitian ini diproyeksikan untuk mengupas makna mitos di dalam karikatur yang bertemakan anti korupsi. Untuk menguraikan makna mitos, peneliti menggunakan teori Semiotika Roland Barthes. Mengingat bahwa di dalam teori tersebut Barthes mengkonsepkan pemaknaan mitos sebagai tujuan akhir dari pemaknaan denotasi dan konotasi. Berdasarkan hal tersebut prosedur pemaknaan tanda, baik verbal maupun nonverbal dimulai dari pemaknaan denotasi, konotasi, dan yang terakhir adalah mitos. Adapun hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah, pertama karikatur mitos koruptor, kata /RP/ yang selalu muncul pada karikatur merujuk pada segala benda berharga, baik uang, rumah, mobil dan lain sebagainya. Selain itu gambar tikus berdasi, mengenakan jas dan memakai sepatu pantopel, secara mitos merujuk dengan konsisten kepada para koruptor. Titik kesamaan yang disinyalir identik antara para koruptor dan tikus adalah perilaku mencuri dan kontribusi dalam menyebarkan virus. Selain itu pemaknaan mitos yang berhasil dilakukan adalah bahwa penggambaran religiusitas para koruptor dengan mengenakan peci dan membagikan sedekah merupakan bentuk kedok kemunafikan yang berorientasi pada religious pseudo. Kedua, pada karikatur hukuman bagi para koruptor, makna mitos yang dapat ditemukan adalah bahwa para hakim dan pengacara belum sepenuhnya maksimal, objektif dan adil dalam menangani kasus korupsi. Selain itu sistem hukum Indonesia, yang sebagian menganut paham legalistic-positivistic menjadikan hukuman bagi para koruptor tampak kaku dan buta akan konteks. Ketiga, pada karikatur yang bertemakan hari anti korupsi internasional yang dirayakan setiap 09 Desember didapati makna mitos berupa dijadikannya hari peringatan anti korupsi sebagai ajang reuni antara para koruptor senior dan junior. Hari peringatan tersebut sama sekali tidak memberikan dampak untuk mengurangi tindak korupsi. Keempat, dari karikatur yang bertemakan Komisi Pemberantas Korupsi didapati makna mitos berupa keharusan para pejabat struktur organisasi KPK memiliki ketegasan, keuletan, keberanian, bersih dari segala bentuk kasus kriminal, dan jujur sebagaimana pasukan Spartan yang diidentikkan kepada mereka. Kata Kunci: Roland Barthes, Denotasi, Konotasi, Mitos, Korupsi, Karikatur