Metode Pembelajaran PAI bagi Anak Tunarungu di SDN Inklusi

Abstract

This article aims to describe the method of learning deaf children in SDN Betet 1 Kota Kediri, which is one of Inclusion Schools in Kediri. The data taken from the only one deaf student in this school, 2 special Assistance Teachers, 1 Therapist, and parents of student. By using descriptive research method and qualitative approaches, finally the reseach resulted that Personal identification of deaf children is very important. This identification is related to the level of children's hearing loss and the level of intelligence (IQ) possessed. Based on available data, the method of learning Islamic Education in SDN Inclusion is writing to learn strategies, ABA (Applied, Behavior, and Analysis) methods, demonstration methods, muroja'ah methods and speech therapy. These five learning methods can get maximum results if supported by the participation of parents as the main educator.   Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode belajar Pendidikan Agama Islam bagi anak tunarungu di SDN Betet 1 Kota Kediri, yang merupakan salah satu Sekolah Inklusi di Kediri. Data yang diambil berasal dari satu-satunya siswa tunarungu di sekolah ini, 2 Guru Pendamping Khusus, 1 terapist, dan orang tua siswa. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dan pendekatan kualitatif, akhirnya penelitian menghasilkan bahwa identifikasi anak tunarungu secara personal sangat penting dilakukan. Identifikasi ini terkait dengan tingkat disabilitas pendengaran anak dan tingkat kecerdasan (IQ) yang dimiliki. Berdasarkan data yang ada, maka metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Inklusi adalah strategi writing to learn, metode ABA (Applied, Behaviour, and Analysis), metode demonstrasi, metode muroja’ah dan terapi wicara. Kelima metode pembelajaran ini bisa mendapatkan hasil yang maksimal jika didukung oleh peran serta orang tua sebagai pendidik utama.