HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN KONSEP SISTEM PENCERNAAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING

Abstract

Tujun penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan natara motivasi belajardengan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran konsep system pencernaanmenggunakan model pembelajaran experimental learning. Metode penelitian yang digunakanadalah quasi eksperimen. Korelasi antara motivasi belajar dengan keterampilan berpikir kritissiswa menggunakan model experiential learning pada materi sistem pencernaan adalah 0,52%termasuk kualifikasi sedang serta memiliki hubungan dapat dilihat dari perolehan rhitung = 0,52> rtabel = 0,254. Adapun kadar pengaruh variabel X terhadap variabel Y adalah 27,4%. Dengankata lain, masih ada 72,96% lagi faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Halini berarti semakin kuat atau semakin baik motivasi belajar siswa menggunakan pembelajaranmodel experiential learning, maka akan semakin tinggi atau semakin baik pula hasilketerampilan berpikir kritis yang diraih oleh siswa.