Komunikasi dalam al-Qur’an (Studi Analisis Komunikasi Interpersonal pada Kisah Ibrahim)

Abstract

Makalah ini mengkaji tentang perspektif komunikasi interpersonal tentang kisah Ibrahim. Persepsi yang berupa pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Dari kisah nabi Ibrahim diperoleh kesimpulan, bahwa komunikasi interpersonal dilakukan dalam beberapa bentuk. Di antaranya dalam bentuk dialog antara nabi Ibrahim dengan Namrud. Komunikasi interpersonal dapat digunakan untuk mengubah sikap dan tingkah laku orang lain. Ini dilakukan dengan metode tertentu, misalnya dengan melihat alam semesta dan planet-planet. Di dalam al-Qur’an banyak ayat yang memerintahkan manusia untuk memperhatikan diri mereka (Q.S. al-Rūm/30: 8), memikirkan apa saja yang terdapat di bumi (Q.S. al-Ra’du/13: 3), memperhatikan penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang (Q.S. Ali Imrān/3: 189), bahkan memperhatikan kitab al-Quran itu sendiri (Q.S. al-Nisā’/4: 82). This paper examined about the interpersonal communication perspective on the story of Abraham. Perception that was in the form of experience of objects. Events or relationships that were obtained by concluding information and interpreting the message. From the story of Abraham was concluded that interpersonal communication was done in some form among others in the form of a dialogue between the prophet Abraham with Nimrod. Interpersonal communication could be used to change attitudes and behavior of others. This was done by a certain method, for example by looking at the universe and the planets. In the Qur'an many verses that commanded people to pay attention to themselves (Surat al-Rum / 30: 8), think about what was contained in the earth (Surat al-Ra'du / 13: 3), pay attention to the creation of the heavens and earth and the change of night and day (Surah Ali Imran / 3: 189), and even pay attention to the book of the Koran itself (Surat al-Nisa '/ 4: 82).