PENURUNAN SENYAWA ANTINUTRISI PADA BIJI JAGUNG DENGAN BERBAGAI METODA

Abstract

Penelitian ini bertujuan menciptakan dan mengembangkan inovasi produk pangan berbahan baku jagung rendah senyawa anti nutrisi dan sebagai upaya pengembangan potensi daerah yang belum terolah secara maksimal menjadi produk sediaan pangan berbentuk mie basah yang pastinya bernutrisi tinggi. Penelitian ini membandingkan tiga metoda dalam menurunkan senyawa anti nutrisi perendaman 24 jam, perkecambahan 24 jam dan fermentasi 24 jam dengan fokus parameter uji protein, daya cerna protein, serat, fitat dan pati. Hasil yang diperoleh menyimpulkan bahwa perlakuan perkecambahan memiliki keefektifan dalam memperoleh parameter terbaik dengan spesifikasi sebagai berikut protein 10,64%, daya cerna protein 80,59%, serat 1,50%, fitat 440,66 mg/g dan pati 45,23%.