MUHAMMAD SHAÎRÙR’S AND ABÙ ZAYD’S Interpretations of Qur’anic Verses on Inheritance

Abstract

Kajian dalam artikel ini merupakan kajian komparatif terhadap penafsiran penggalan Q.S. 4:11, yakni: “ ... bagi seorang anak laki-laki semisal bagian dua anak perempuan ...”. Yang dijadikan fokus pembahasan adalah penafsiran dua pemikir muslim kontemporer,  MuÎammad ShaÎrÙr dan AbÙ Zayd, dengan pertimbangan bahwa keduanya memiliki kecenderungan interpretatif yang berbeda. ShaÎrÙr lebih cenderung menafsirkan Al-Qur’an secara subyektivis, sedangkan AbÙ Zayd lebih menekankan pada analisis historis yang kemudian memperhatikan rekontekstualisasi nilai ayat yang ditafsirkan. Artikel ini menunjukkan bahwa dua pemikir tersebut berbeda dalam menafsirkan penggalan ayat tersebut. Selain itu, penulis artikel menunjukkan juga bahwa ShaÎrÙr memiliki dua model penafsiran: (1) dalam kitab pertamanya, al-Kitab wa al-Qur’an, yang lebih menekankah teori batas (al-Îadd al-adnÁ dan al-Îadd al-a‘lÁ), dan (2) dalam kitab keempatnya, NaÎwa UsÙl JadÐdah, yang mengaplikasikan teori matematika modern. Dalam pandangan penulis artikel, penafsiran AbÙ Zayd memiliki ketersinggungan, meski tidak equivalent, dengan penafsiran ShaÎrÙr dalam kitab pertamanya.