PEMIKIRAN FARID ESACK TENTANG HERMENEUTIKA PEMBEBASAN AL-QUR’AN

Abstract

Teologi Pembebasan lahir dan berkembang di Amerika Latin, sebagai gerakan pemerdekaan bagi kelompok masyarakat miskin, pinggiran, dan tertindas. Teologi pembebasan tampil dengan menyerukan persamaan hak tanpa memandang latar belakang, agama, etnis, dan warna kulit. Di kalangan Islam, Farid Esack, pemikir dari Afrika Selatan, adalah salah seorang yang dengan sangat semangat mendengungkan pembebasan. Berangkat dari pengalaman pribadi dan keluarganya di Afrika Selatan, Farid Esack berhasil memformulasikan sktetsa ajaran Islam menjadi sebuah gerakan pembebasan yang berpengaruh secara signifikan terhadap dunia Islam secara umum. Menurutnya al-Qur’an memuat semangat pembebasan bagi semua manusia secara universal.