Rekonstruksi Pemikiran Mullā Sadrā dalam Integrasi Keilmuan Membangun Pendidikan Integratif Nondikotomik

Abstract

AbstractThe integration of science and religion is an integrative-holistic integration meaning the existence of general science and religious studies depend on each other. The form of general science and religion with all their forms and character is essentially one and the same, what distinguishes it one from another is just the gradation (tashkīk al-form) caused by differences in the essence. Mulla Sadra thoughts on the integration of science is embodied in the principle of Tawheed, then it is necessary to build an integrative educational concept of Islamic education that is designed as an education that is truly holistic and integrated in terms of vision, content, structure and processes and well integrated in its approach to the curriculum (how and what to teach), integrated knowledge and practice, applications and services. This holistic education includes philosophical and methodological concepts that are structured and coherent to the understanding of the world and all aspects of life. Religious knowledge based on revelation (the Qur’an and al-Hadith) is qauliyyah verses and general sciences based on senses, reasoning against natural phenomena is kauniyyah verses. AbstrakIntegrasi ilmu dan agama adalah integrasi yang bersifat integratif-holistik yaitu, eksistensi ilmu umum dan ilmu agama saling bergantung satu sama lain. Eksistensi (wujūd)yang ada pada pelajaran umum dan agama dengan segala bentuk dan karakternya pada hakikatnya adalah satu dan sama, yang membedakan satu dari yang lainnya hanyalah gradasinya (tashkīk al-wujūd) yang disebabkan oleh perbedaan dalam esensinya.pemikiran Mullā Sadrā tentang integrasi keilmuan yang tertuang dalam prinsip Tauḥid, maka untuk membangun pendidikan integratif diperlukan Konsep pendidikan Islam yang dirancang sebagai pendidikan yang benar-benar holistik dan terpadu. Holistik dalam hal visi, isi, struktur dan proses. Terpadu dalam pendekatannya baik terhadap kurikulum (bagaimana dan apa yang harus diajarkan), pengetahuan yang menyatupadukan dengan praktik, aplikasi dan pelayanan. Pendidikan holistik inilah mencakup konsep filosofis maupun metodologis yang terstruktur dan koheren kepada pemahaman terhadap dunia dan seluruh aspek kehidupan. Ilmu-ilmu agama yang berbasis pada wahyu (al-Qur’ān dan al-Ḥadith) sebagai ayat-ayat qauliyyah dan ilmu-ilmu umum berbasis pada akal, penalaran terhadap fenomena alam sebagai ayat-ayat kauniyyah.