REPRESENTASI ETNISITAS DALAM BINGKAI BHINNEKA TUGGAL IKA DI MEDIA (Studi Etnis Papua dalam Bingkai Bhinneka Tuggal Ika Pada Program TransTV “Keluarga Minus”)

Abstract

Abstract; Dalam kerangka pemikiran Ilmu Komunikasi, pada dasarnya tulisan ini merupakan sepenggal proposisi dari tinjauan Kajian Media dan Minoritas, dengan maksud menggali pesan-pesan etnisitas dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di Media, khususnya program televisi “Keluarga Minus” di saluran TransTV. Representasi mempunyai dua urgensi yang harus dipahami dalam konsepsi tersebut, yakni representasi mental atau konsep dan representasi bahasa. Pertama, representasi mental yaitu konsepsi yang berkaitan dengan “sesuatu” yang ada di kepala kita masing-masing biasa disebut dengan peta konseptual. Representasi mental ini berbentuk sesuatu yang abstrak atau tak nampak. Kedua, representasi bahasa. Representasi bahasa berkaitan penuh dengan kepentingan atas konstruksi makna. Stereotip merupakan suatu penanda praktis yang fokus pada representasi perbedaan ras, dan juga elemen penting dalam kekerasan simbolik. Representasi makna diatas tidak terlepas dari relasi ideologi dominan yang ada. Kelompok sosial dominan, adalah orang-orang yang mereproduksi ideologi dominan atas kelompok-kelompok etnis dan ras. Oleh sebab itu, hal yang tidak dapat kita pungkiri adalah kerelaan atas ideologi dominan yang mampu memproduksi stereotipe etnisitas dan rasial, media merupakan ideologis apparatus yang mampu untuk hal tersebut, memproduksi ideologi. Media merupakan apparatus pencipta ideologi yang halus dan bukan refresi. Dari ideologi tersebut, yang kemudian tertanam dalam pikiran kita dan tanpa kita disadari, hal tersebut digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain, sehingga stereotip tersebut terus-menerus ada, dan tetap terjaga dalam suatu masyarakat. Kata Kunci: Representasi, Etnisitas, Bhinneka Tunggal Ika In the framework of Communication Sciences, basically this writing is a piece proposition reviewed from Media and Minorities studies with the intention to dig up ethnicity messages in the frame of Binneka Tunggal Ika in the Media, especially television program of "Keluarga Minus" on Trans TV. A representation has two urgency things that must be understood as a concept which is a mental representation/concept and a language representation. First, the mental representation that is associated with the conception of "something" that is in our head commonly called the conceptual map. This representation is formed in abstract or invisible. Secondly, the representation language which is full of interest related to the construction of meanings. Stereotype is a practical marker that focuses on the representation of racial differences, and an important element in the symbolic of violence. Those representations cannot be separated from the ideology dominance. A dominant social group is the one who reproduces the ideology dominance over ethnic and races groups. Therefore, I can be denied that is a willingness over ideology dominance that is able to reproduce stereotype, ethnicity, and racial in which media is an ideological apparatus that can do like producing ideology. Media is the creator of the ideological apparatus that is smooth, but not repressive. From this ideology that is embedded in our minds, it is used to communicate with other people that makes this ideology exists constantly and keeps hanging in our society without realizing it. Keywords: Representation, Ethnicity, National unity