PEMBERDAYAAN DOSEN WANITA DALAM JABATAN TAMBAHAN (Studi pada IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi)

Abstract

IAIN sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam mengemban misi akademis dan profesional di bidang studi Islam (centre of Islamic studies), IAIN tentunya diharapkan mampu memberikan respon (response) dan solusi ilmiah (scientificsolution) yang memadai terhadap berbagai persoalan yang timbul di masyarakat. Dalam hal ini, masalah manajerial tentunya berkaitan erat dengan pengelolaan fungsi-fungsi pendukung kegiatan akademis di suatu perguruan tinggi. Fungsi pendukung yang dimaksud meliputi berbagai aspek teknis yang dibutuhkan demi mendukung kelangsungan kegiatan akademis, termasuk jabatan struktural dan fungsional yang diperankan oleh tenaga kependidikan di perguruan tinggi tersebut. Kerangka konseptual penelitiandikembangkan berdasarkan kriteria bentuk (posisi) pemberdayaan dalam jabatan tambahan. Terdapat 302 orang dosen wanita terlibat sebagai populasi dalam penelitian ini, dan 123 orang dosen wanita sebagai sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan analisis domain. Hasil penelitian secara keseluruhan membuktikan bahwa kondisi pemberdayaan dosen wanita dalam jabatan tambahan, dari 302 orang terdapat sebanyak 93 orang dosen wanita(30,79%)diberi dan terlibat dalam jabatan tambahan baik dalam tingkat institute dan pada tingkat fakultas adalah 30 orang (33,33%). Dilihat dari sebaran dosen perempuan dalam sejumlah jabatan tambahan di tingkat institut sampai tingkat fakultas menduduki posisi sebagai dekan, wakil dekan, kepala pusat, kepala UPT, sekretaris SPI, ketua jurusan, sekretaris jurusan dan ketua konsentrasi. Adapun faktor yang mempengaruhi pemberdayaan dosen wanita pada IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi adalah factor tingkat pendidikan (faktor internal) dan factor tekanan organisasi (factor organisasional), termasuk di dalamnya factor kepemimpinan dan budaya organisasi. Keputusan dosen perempuan untuk terlibat dalam jabatan struktural dipengaruhi adanya keinginan untuk mengaktualisasikan diri