PENDIDIKAN ANAK KREATIF PERSPEKTIF PROFETIK

Abstract

Semua muslim bercita-cita untuk maju dengan identitas seorang Muslim dan Indonesia yang baik. Upaya yang dilakukan selama ini dengan mengadopsi pemikiran dan model pendidikan Barat yang dianggap modern dan maju. Namun, hasil pendidikannya memiliki kelemahan, seperti munculnya perilaku amoral, pemalas, korup, hedonis, dan materialis. Berbeda dengan pendidikan Barat, pendidikan profetik menjadikan sosok Nabi sebagai acuan pengembangan pendidikan Islam.  Berdasarkan pada filsafat profetik, pendidikan Islam digerakkan untuk maju secara integratif dan tidak menyisakan problem dan mampu membentuk peserta didik yang religius dan kreatif serta membentuk komunitas terbaik (khair ummah) di lingkungannya masing-masing.