Pro Kontra I’jaz Adady Dalam Al-Qur'an

Abstract

Semenjak dikenalkan oleh Naufal, I’jaz adady telah mengalami perkembangan yang cukup luar biasa. I’jaz adady merupakan satu tawaran metoda baru dalam melihat kemukjizatan al-Qur’an, bermula dari kesesuaian penggunaan kata dalam al-Qur’an, sekarang cakupan teori ini telah meliputi kemukjizatan angka 11, angka 7, dan angka 19. Di sisi lain, ulama tradisional masih belum bisa menerima kajian ini sebagai bagian dari kajian ulum al-Qur’an. Dalam pandangan mereka, konsep teoretis i’jaz adady belum terbangun dengan kokoh dan terkesan tidak rasional. Di antara kelompok yang mengkritisi ini ada yang secara radikal menyangsikan keberadaan dan keabsahan diskursus ini dan ada juga yang mengapresiasinya dengan menyatakan ketepatan penggunaan kata dalam hitungan matematis bahagian dari ketelitian al-Qur’an bukan bagian kemukjizatan al-Qur’an.