PENGARUH TEMPERATUR PEMBAKARAN DAN PENAMBAHAN ABU TERHADAP KUALITAS BATU BATA

Abstract

Tanah yang berasal dari desa Pagedangan kecamatan Turen banyak mengandung kaolinite  (AL2Si2O5)  dan anothite, sodian, disordered  (Ca,  Na, Si, A). Kaolinite terbentuk dari perubahan  hidrotermal  dari  mineral–mineral  aluminosilikat.  Batuan  granit  merupakan  sumber terbesar penghasil kaolinite yang bersifat tidak dapat mengabsorsi air dan  tidak mengembang pada saat kontak dengan air. Sehingga lempung desa Pagedangan kecamatan Turen berpotensi dijadikan bahan baku pembuatan keramik bermutu tinggi. Pada penelitian ini dibuat batu bata dengan variasi komposisi tanah liat dan abu dengan perbandingan 1:0, 1: ½, 1:1, 1:3 dan dipanaskan pada temperatur sintering 950°C, 1000°C dan 1020°C. Untuk mengetahui kualitas batu bata dilakukan pengujian karakteristik (Uji tekan, porositas, densitas, dan susut bakar) . Hasil karakteristik didapatkan kualitas batu bata yang memenuhi standart SNI yaitu pada variasi 1: ½ yang dipanaskan pada temperatur 1020°C dengan hasil uji tekan sebesar 11 kN atau 30.5 kg/cm2, nilai densitas 1,188.104kg/cm3, porositas 11.2%, dan nilai susut bakar 0.52%. Batu bata yang berkualitas baik menggunakan variasi 1: ½ dan dipanaskan pada temperatur 1000°C-1020°C.Kata Kunci: Batu Bata, Sintering, Uji Tekan