EVALUASI OOSIT KAMBING HASIL IVM SEBAGAI SALAH SATU FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN DALAM AKTIVASI PARTENOGENESIS

Abstract

Aktivasi partenogenesis merupakan salah satu tehnik aktivasi oosit untuk menghasilkan embrio tanpa kontribusi dari sperma. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan tehnik ini adalah pada ketersediaan oosit yang berkualitas. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi oosit kambing hasil IVM yang dapat digunakan untuk kepentingan dalam aktivasi partenogenesis tersebut.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah oosit yang diaspirasi dari folikel ovarium kambing yang diambil dari RPH Sukun Malang. Oosit di IVM selama 24 jam dan selama 27 jam dalam medium TCM-199 yang ditambah dengan fetal bovine serum (FBS), follicle-stimulating hormone (FSH) dan lutheinizing hormone (LH) dan diinkubasi pada suhu 38,5oC, 5% CO2. Pada jam ke 24 dan jam ke 27 setelah IVM dilakukan pengamatan yang meliputi ekspansi sel-sel kumulus dan keberadaan polar body I (PB-I) pada jam ke 30. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa oosit kambing  yang di IVM  sampai jam ke 24 belum menunjukkan adanya ekspansi sel-sel kumulus kualitas 2 dan penampakan PB-I. Hasil tersebut berbeda dengan oosit yang di IVM sampai jam ke 27. Pada pengamatan jam ke 27 ini menunjukkan bahwa terdapat 77,87% oosit yang sel-sel kumulusnya berekspansi (kualitas 2) dan PB-I yang nampak sebesar 95,32%.  Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa oosit kambing hasil IVM  baru dapat digunakan untuk keperluan lebih lanjut khususnya untuk keperluan aktivasi partenogenesis pada jam ke 27.Kata kunci: evaluasi, aktivasi partenogenesis, oosit kambing hasil IVM