Rancang Bangun Pendidikan Kristiani di Era Digital: Sebuah Usaha Menjadikan Pendidikan Kristen Relevan di Era Digital

Abstract

Christian education encompasses a very broad range of aspects, both formal and non-formal. One prominent characteristic is teaching based on the Bible. In the contemporary era, there are increasing challenges that lead people to abandon traditional methods and turn to something more current. This trend is also evident in the Christian world, where Bible teaching directly confronts technological developments.Formal schools with curricula monitored by the government can certainly keep pace with technological advancements. This is in contrast to non-formal schools such as Sunday School, Youth Groups, and programs for the Elderly, which are typically managed by church activists who may not necessarily have sufficient expertise. To address this situation, qualitative research methods are employed to adapt Bible teaching to the changing times. To enhance effectiveness, the implementation emphasizes the essence of Bible teaching, integrated with the use of digital media.This study utilizes qualitative research methods and data analysis through books and journals, leading to a conclusion that supports the idea that Bible teaching can still be maintained in the digital era.AbstrakPendidikan Kristen meliputi aspek yang sangat luas, baik itu formal maupun nonformal. Salah satu ciri khas yang menonjol adalah pengajaran yang didasarkan pada Alkitab. Pada Era masa kini semakin banyak tantangan yang membuat manusia meninggalkan cara-cara lama dan beralih kepada sesuatu yang sifatnya kekinian. Hal itu juga terjadi dalam dunia kekristenan dimana pengajaran Alkitab secara langsung berkonfrontasi dengan perkembangan teknologi. Sekolah Formal dengan kurikulum yang terpantau oleh pemerintah tentu saja dapat mengimbangi kemajuan teknologi. Berbeda dengan sekolah non formal seperti Sekolah Minggu, Pemuda Remaja, Lansia, yang biasanya dikelola oleh aktivis gereja yang belum tentu memiliki pengalaman yang mumpuni. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, guna menyiasati situasi tersebut maka pengajaran Alkitab perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman. Untuk lebih efektif, maka dalam pelaksanaannya mengedepankan hakikat pengajaran Alkitab yang dikolaborasikan dengan pemanfaatan media digital. Penelitian ini menggunakan metode analisis data berupa buku-buku dan jurnal sehingga menghasilkan suatu kesimpulan yang mengarah pada eksistensi pengajaran Alkitab tetap dapat dipertahankan di era digital.