Improving Early Childhood Language Skills by Telling Stories Using Finger Puppets: A Classroom Action Research

Abstract

Language is a tool that humans use to communicate in everyday life. For early childhood children, language is used to convey what they think, what they want, their hopes, requests, etc. This research aims to improve language skills through storytelling using finger puppets for Group A students at PKK Ika Karya Bhakti Kindergarten Probolinggo. The method used in this research is Classroom Action Research. The researcher intends to solve problems in the form of speaking skills of 13 out of 17 children in pronouncing sentences when answering and telling stories about experiences or events that have yet to develop optimally. This research shows that the language method using finger puppets can improve language skills in Group A children at PKK Ika Karya Bhakti Probolinggo Kindergarten. It is shown by the increase in language skills from pre-action children's language skills by 48%, in Cycle I to 72.4%, and in Cycle II increasing again to 83.8%.   Abstrak Bahasa merupakan alat yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Bagi anak usia dini bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan apa yang dipikirkan, apa yang diinginkannya, harapannya, permintaannya, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah upaya peningkatan kemampuan bahasa melalui bercerita menggunakan media boneka jari Pada Siswa Kelompok A TK PKK Ika Karya Bhakti Probolinggo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), Peneliti bermaksud memecahkan masalah berupa keterampilan berbicara 13 dari 17 anak dalam mengucapkan kalimat saat menjawab dan menceritakan pengalaman atau kejadian yang belum berkembang dengan optimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode berbahasa dengan media boneka jari dapat meningkatkan keterampilan berbahasa pada anak Kelompok A TK PKK Ika Karya Bhakti Probolinggo. Hal ini ditunjukkan dari adanya peningkatan keterampilan berbahasa dari pratindakan keterampilan berbahasa anak sebesar 48%, meningkat pada Cycle I menjadi 72,4%, dan pada Cycle II meningkat lagi menjadi 83,8%.