KONSEPSI KEILMUAN DAN PENDIDIKAN ISLAM MENURUT IBNU KHALDUN

Abstract

Ada banyak para tokoh filsuf yang meyumbangkan pemikirannya terhadap dunia pendidikan, diantaranya adalah Ibn Khaldun. Ia orang yang berani mengeluarkan pemikiran-pemikiran barunya. Khusus yang menyangkut bidang keilmuan dan kependidikan ia berhasil memetakan dan mendudukan keilmuan Islam dan umum secara baik sehingga memudahkan bagi siapa saja untuk mengkajinya dan melakukan kajian lanjutan. Tidak sampai disitu, ia adalah penemu dan pencipta beberapa istilah-istilah baru dalam dunia keilmuan, dan beberapa metodologi ilmu-ilmu keislaman maupun ilmu-ilmu umum. Diantaranya ia mampu memetakan, berikut derivasinya, ‘Ulum alNaqliyyah (ilmu yang bersumber langsung dari syariah) dan ‘Ulum alAqliyyah (ilmu-ilmu yang merupakan hasil dari olah pikir dan pengalaman manusia). Dari beberapa karyanya ada tiga kitab yang dianggap sebagai sumbangan besar dalam peradaban umat manusia, terutama Kitab alMukaddimah. Kitab al-‘Ibar dan Kitab Al-Ta'rif bi Ibn Khaldun, Rihlatuh Gharban wa Syarqan. Dalam pemikirannya seputar pendidikan, ia mampu melahirkan teori-teori baru yang orisinil yang sebelumnya belum terkonstruksikan, misalnya tentang metode dan teori dalam mencari pengetahuan, pemikiran-pemikirannya tentang tujuan pendidikan, seorang pendidik, peserta didik, dan kurikulum (materi), serta metode pengajaran. Penemuannya itu dirasa masih cukup relevan hinga saat ini.