Kekerasan Simbolik terhadap Perempuan dalam Budaya Patriarki

Abstract

Berangkat dari beberapa penelitian sebelumnya, mahasiswa Sosiologi Agama pada umumnya telah mengerti persoalan-persoalan gender. Namun, pada kenyataannya, mereka masih mengalami kekerasan simbolik di ranah kebahasaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kekerasan simbolik, khususnya dalam ranah bahasa, yang dialami oleh perempuan atau mahasiswi Sosiologi Agama di UIN Alauddin Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Data-data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan sosiologis untuk mengurai dengan baik fonemana-fenomena yang terjadi di lapangan dan dari hasil wawancara. Lebih lanjut, penelitian ini menggunakan teori Pierre Bourdieu yang menjelaskan tentang kekerasan simbolik dalam suatu masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di kalangan mahasiswa Sosiologi Agama, UIN Alauddin Makassar, masih terjadi kekerasan simbolik terutama dalam aspek kebahasaan. Hasil penelitian ini menegaskan penemuan tersebut dengan menyajikan data-data tentang kekerasan simbolik, berupa bahasa atau kata-kata tertentu yang tabu dan tidak boleh diucapkan oleh perempuan, sedangkan laki-laki boleh.