Interaksi Sosial dalam Keterampilan Berkomunikasi Pustakawan pada Siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Perpustakaan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Pembina Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

Abstract

This research aims to examine social interactions in the communication skills of librarians with special needs students in the State Special School (SLB) Negeri 1 Pembina, South Sulawesi Province. The study adopts a systematic managerial approach with a qualitative descriptive research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and then analyzed through four stages: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings reveal that social interactions between the library administrators at SLB Negeri 1 Pembina and special needs students are carried out through friendly and empathetic approaches, individual responses, verbal and nonverbal communication, collaboration, information exchange, inclusive support, and greetings, with the aim of making the special needs students feel comfortable. The library administrators at SLB Negeri 1 Pembina in South Sulawesi Province demonstrate proficient communication skills and strive to be communicative when interacting with special needs students through cooperation, motivation, accommodation, assimilation, and sympathy. However, there are several barriers to communication with the students, such as misperceptions, lack of sensitivity, and insufficient information cues in the library. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi sosial dalam keterampilan berkomunikasi pustakawan pada siswa anak berkebutuhan khusus (ABK) di perpustakaan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Pembina Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan manajerial sistematis dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui empat tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial antara pengelola perpustakaan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Pembina Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dan pemustaka berkebutuhan khusus dilakukan melalui pendekatan yang ramah dan empati, respon individual, komunikasi verbal dan nonverbal, kolaborasi, pertukaran informasi, dukungan inklusif, dan ucapan salam, dengan tujuan agar pemustaka berkebutuhan khusus merasa nyaman. Pengelola perpustakaan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Pembina Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan  menunjukkan keterampilan komunikasi yang terampil, berusaha bersikap komunikatif, dan berinteraksi dengan pemustaka berkebutuhan khusus melalui kerjasama, motivasi, akomodasi, asimilasi, dan simpati. Meskipun demikian, terdapat beberapa hambatan dalam berkomunikasi dengan pemustaka, seperti salah persepsi, kurangnya sensitivitas, dan kurangnya petunjuk informasi di perpustakaan.