Tradisi Kirab Pusaka Pada Malam Satu Suro di Keraton Kasunanan Surakarta (Analisis Fungsionalisme Struktural Pada Kirab Pusaka Malam Satu Suro di Keraton Kasunanan Surakarta)

Abstract

Abstract: Di antara adat Jawa yang terkenal dan lekat dengan ajaran-ajaran agama ialah prosesi kirab. Prosesi kirab merupakan suatu kegiatan simbolis yang penuh dengan makna. Setiap prosesi kirab mempunyai keterhubungan pada setiap bagian-bagiannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan deskripsi tradisi Kirab Pusaka Satu Suro di Keraton Kasunanan Surakarta sebagai wujud pelestarian budaya Jawa di Surakarta. Dalam mengungkap permasalahan penelitian, peneliti menggunakan Teori interpretatif dan teori fungsionalisme struktural. Dalam teori interpretatif, pelaksanaan kirab Pusaka ini merupakan pola dari (model of) sedangkan tatacara yang dijadikan pedoman untuk melakukan upacara kirab tersebut merupakan pola bagi (model for) kelakuan. Teori fungsionalisme disini mengungkap fungsi dari kebudayaan Kirab Pusaka yang dianalisis oleh peneliti. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Kirab Pusaka yang merupakan suatu bentuk acara adat setiap menjelang malam 1 Suro atau Tahun Baru Jawa, bukanlah ajang untuk memamerkan artifak senjata kuno, namun merupakan bentuk upaya meminta pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Agung, akan rahmatNya atau untuk mendapatkan sih-wilasaning Pangeran Ingkang Maha Wikan (wahyu atau anugerah Ilahi) sehingga kekuatan magis, prabawa Pusaka-Pusaka yang dikirabkan akan memberi keselamatan, keberkahan, dan kesejahteraan untuk Keraton Kasunanan Surakarta dan Negara Indonesia seluruhnya.