HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DG STIGMA PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) DI KABUPATEN PURBALINGGA

Abstract

  Seseorang yang  mengetahui bahwa dia sebagai penderita HIV akan cenderung memilih untuk menarik diri terhadap lingkungannya dan  sering menghindari orang-orang yang ada di sekitarnya karena adanya stigma sehingga hal tersebut menghambat proses pengobatan HIV yang berakibat pada peningkatan kasus AIDS, hal tersebut dapat dikurangi apabila penderita HIV Positif memperoleh dukungan sosial di lingkungan sekitarnya. Peneliti mempunyai tujuan untuk mengetahui adanya hubungan dukungan sosial dan stigma pada orang dengan HIV positif di Wilayah Purbalingga. Desain dari penelitian adalah survei studi korelasi dengan melalui pendekatan waktu cross sectional. Sampelnya yaitu orang dengan HIV Postif di Wilayah Purbalingga yaitu sejumlah 45 responden dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yaitu berupa kuesioner Medical Outcomes Study: Social Support Survey Instrument (MOS MSSS) dan kuesioner Berger HIV Stigma Scale. Proses pengolahan data dengan uji spearman-rank. Peneliti memberi kesimpulan bahwa dukungan sosial pada orang dengan HIV/AIDS hampir separuh dalam kategori sedang (48.9%) dan stigma orang dengan HIV Positif sebagian besar  kategori sedang (77.8%). Hasil dari uji korelasi spearman rank didapatkan hasil nilai p-value sebanyak 0.0001 dan nilai rho sebanyak -0.362, hasil penelitian menunjukan, terdapat hubungan yang lemah antara dukungan sosial dengan stigma yang diterima oleh orang dengan HIV positif, dimana makin baik dukungan sosial maka akan semakin rendah pula, stigma yang diterima atau dirasakan oleh orang dengan HIV/AIDS