Penguatan Literasi Digital Generasi Muda Muslim dalam Kerangka Konsep Ulul Albab

Abstract

Artikel ini mengkaji bagaimana penguatan literasi digital mengacu kepada konsep Ulul Albab. Melalui pengkajian terhadap berbagai literatur yang relevan dengan topik pembahasan, artikel ini bertujuan untuk mengkaji komponen-komponen utama ulul albab dan menjadikannya sebagai kerangka bagi penguatan literasi digital generasi muda muslim. Komponen-komponen tersebut yaitu dzikir, pikir, dan amal shaleh. Melalui penguatan pada tiga komponen tersebut generasi muda muslim mampu mengoptimalkan media digital sebagai sarana pengembangan diri dan dapat berkontribusi bagi kemaslahatan umat dan masyarakat secara umum. Meningkatkan dzikrullah hakikatnya adalah membangun dan meningkatkan kesadaran seorang muslim akan visi dan misi hidupnya bahwa kehidupan dunia harusnya menjadi bekal untuk mendapatkan kebaikan Akhirat. Dalam berbagai keadaan dan aktivitas, dia selalu sadar bahwa segala perbuatan yang dilakukan-sekecil apapun memiliki konsekwensi bagi kehidupannya di masa depan. Demikian pula saat bermedia digital, dia akan mengoptimalkan sarana digital untuk kebaikan dan menghindari berbagai sikap dan prilaku yang buruk, yang bertentangan dengan syariat Islam. Sementara untuk penguatan dari aspek pikir yaitu dengan menguatkan dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan menjadikan media digital sebagai sarana peningkatan wawasan dan keterampilan. Adapun amal shaleh, sejatinya tidak terlepas dari aspek dzikir dan pikir. Semakin baik kualitas dzikir dan pikirnya, maka hal tersebut akan mendorong kepada kualitas amalnya juga. Media digital dapat menjadi sarana dalam melakukan berbagai kebaikan yang berlandaskan syariat yaitu dengan: (1) menebarkan ilmu yang bermanfaat; (2) menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran; (3) memprodukasi berbagai media atau konten digital yang positif-edukatif dan Islami; (4) menguatkan silaturrahim dan ukhuwwah Islamiyyah, serta (5) menjaga akhlak dalam bermedia sosial.