MOTIVASI BELAJAR SEBUAH STRATEGI MENGUNGKAP POTENSI KECERDASAN INTELEGENSI DAN EMOSI

Abstract

Setiap praktik pendidikan atau pengajaran sesungguhnya, disadari atau tidak, selalu memiliki landasan teoritis-filosofis mengenai apa itu proses belajar dan apa itu pengetahuan. Sampai saat itu, praktik pendidikan yang berlangsung masih sangat kuat dipengaruhi oleh tingkah laku dan kematangan. Pendidikan menjadi penting karena memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. Banyak negara memberi perhatian serius pada pendidikan mulai jenjang pendidikan prasekolah atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dasar (SD/MI dan SMP/MTs), menengah (SMA/SMK/MA) serta tinggi (diploma, sarjana dan pascasarjana). Pendidikan merupakan salah satu indikator bagi indeks pembangunan manusia (Human Depelopment Index). Motivasi merupakan faktor penggerak yang datang dari dalam diri dan di luar diri manusia. Pengamat motivasi seperti AB Aziz Yusof mencoba mendefenisikan motivasi sebagai dorongan atau kemauan yang tinggi untuk bekerja, maka tidak mustahil prestasi yang dipamerkan juga akan turut cemerlang. Ini akan mempengaruhi pencapaian pelaku pendidikan terhadap pelajar. Faktor yang paling berpengaruh terhadap tercapainya dorongan atau kemauan yang kuat untuk belajar diantaranya komitmen pelaku pendidikan yang mantap, keterlibatan semua stakeholders yang tinggi dalam praktek kerja yang praktis bisa meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas bagi para pelajar. Hakikat motivasi belajar adalah komponen yang penting dalam menentukan kesuksesan para pelajar di organisasi sekolah. Pemimpin dalam organisasi kerja perlu mempunyai pengetahuan yang luas tentang manusia supaya dapat menyusun starategi untuk memperoleh kerjasama bagi pelajar. Potensi kecerdasan tidak akan bisa produktif kalau tidak diberdayakan secara baik. Walaupun semua orang tahu bahwa potensi yang diungkap oleh Gardner ini masih sangat perlu pengembangan dan pendalaman secara berkelanjutan. Sinergisitas kecerdasan ganda dengan kecerdasan yang lain seperti kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) adalah merupakan akumulasi puncak dari prestasi manusia dalam meraih cita-cita dan masa depan yang cemerlang. Sekarang tinggal lagi bagaimana kita mampu memberdayakan semua potensi itu sebaik mungkin, karena Allah juga sudah memberikan jaminan kepada manusia bahwa tidak ada yang sulit jika kita mau melakukannya. Oleh sebab itu manusia dituntut untuk berusaha pengembangkan kemampuan dan potensi yang telah diberikan kepada manusia dengan baik dan terarah.