POTRET ISLAM DAN HUBUNGAN ANTAR AGAMA PADA MASA NABI

Abstract

Salah satu hal mendasar dan prinsip dalam kehidupan manusia adalah agama. Oleh karena itu, tak mengherankan jika interaksi antar pemeluk agama sejauh ini sering diwarnai ketegangan. Dalam hal ini umat beragama sering dihinggapi anggapan miring terhadap eksistensi agama lain. Di bawah bayang-bayang klaim kebenaran (truth claim) yang menyertai pemahaman beragama, anggapan miring tersebut acapkali didemonstrasikan dengan pada sikap-sikap yang kurang manusiawi (destruktif). Dalam kasus Islam, sebenarnya al-Qur’an telah memberikan penjelasan yang cukup maksimal mengenai hubungan antar agama ini. Demikian juga Nabi Muhammad saw telah mencontohkan kepada umat dalam menyikapi perbedaan agama ini. Bahkan pengakuan terhadap eksistensi agama lain tersebut menjadi salah satu hal yang terkait dengan keimanan umat Islam.