Marginalisasi Seksualitas Perempuan Pada Novel Curahan Hati Sang Spg Karya Wenda Koiman dan The Curse of Beauty Karya Indah Hanaco (Perspektif Islam)

Abstract

Dalam dunia sastra Indonesia, khususnya novel-novel pop saat ini tengah menjadikan perempuan dan seks sebagai isu-isu yang sangat penting. Para penulis pria maupun wanita sering menggunakan tema seks dalam karya-karya mereka yang diyakini sedang menjadi tren. Seperti halnya Indah Hanaco dalam novelnya, the Curse of Beauty, Wenda Koiman dalam novelnya Curahan Hati Sang SPG juga bercerita tentang penindasan seksual perempuan melalui profesi mereka sebagai Sales Promotion Girl (SPG). Hal ini tentu saja berlainan dengan pandangan Islam yang telah memberikan perhatian lebih kepada perempuan karena telah dijelaskan dalam beberapa ayat dan hadits. Melalui fenomena SPG dalam perpektif yang sama baik oleh pengarang perempuan ataupun laki-laki, yang menjadi subjek yang terpinggirkan baik dalam dunia nyata maupun yang digambarkan dalam novel pop makamakalah ini mencoba untuk mengungkapkan (1) bagaimana bentuk penindasan seksual tubuh SPG dalam kedua novel pop ini? (2) Bagaimana pandangan penulis tentang seksualitas perempuan yang diangkat melalui cerita SPG yang tercermin dalam kedua novel pop ini (3) bagaimanacara Islam melihat wacana seksualitas yang dihadapi oleh SPG dalam kedua novel pop ini?.Makalah ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data diambil dari semua deskriptif mengenai penampilan tubuh SPG untuk memahami makna naratif dari tubuh. Tulisan ini menunjukkan bagaimana fenomena penindasan seksual perempuan melalui profesinya sebagai SPG telah menenggelamkan mereka dalam keterpurukan yang dalam yang berakibat pada seksploitasi yang tidak sesuai dengan norma agama terutama dalam Islam. Di sini, perempuan sama halnya dengan perangka elektronik yang dengan cepat mengalami pasang surut model mereka dan perlahan menghilang dalam sirkulasi.[In Indonesian pop novels, women and sex are two particular important issues. Many male and female writers use sexual issues as a trendy theme of their works. This issue can be seen in Indah Hanaco’s novel the Curse of Beauty and Wenda Koiman’s Curhan Hati Sang SPG. Both works also talk about women sexual oppression from their profession as Sales Promotion Girl (SPG), which in some cases, are contradictory with Islamic teaching. The phenomenon of SPG’s marginalization is depicted in the pop novel from the same perspective between men and women authors. Therefore, this article tries to explore (1) how are the forms of sexual oppression of SPG’s body in this pop novels; (2) how are the authors’ perspective on female sexuality through the SPG’s story reflected in this pop novels; (3) how does Islam see the sexuality discourse faced by SPG in this pop novels. This research uses descriptive qualitative. The data is taken from all descriptives concerning SPG body appearance to understand the narrative meaning of the body. This article shows how the phenomenon of women sexual oppression through their profession as SPG has drowned them to the deep immersed that affect to sexploitation and it is not suitable with the norm of religion especially in Islam. Here, women are assumed like electronic devices that appear and disappear quickly as new models come to new circulation]