Studi Islam Inklusif dan Universal: Epistemologi Scholar Sebagai Outsider Pemeluk Agama

Abstract

Studi tentang Islam dengan pendekatan yang normatif menjadikan kajian tentangnya sebagai kajian yang terbatas bahkan kerap tertutup. Studi Islam yang berperspektif teologi apologeticcenderung menghasilkan pemikiran yang provokatif sehingga tertutup jalan bagi mereka yang non muslim atau outsider berproses dalam studi Islam itu sendiri. Akan tetapi ketika dibuka jalan bagi Studi Islam yang ilmiah dengan pendekatan interdisipliner, Inklusiflah kesempatan para outsider melibatkan diri dalam studi Islam. Namun pertanyaan yang belum selesai adalah apakah keInklusifan dalam Islamic Studiesdibangun dengan basis epistemologi yang kuat. Apa dasar epistemologis dari Islamic Studies sehingga keInklusifan yang dimaksud bisa membawa perubahan yang signifikan bagi masyarakat sendiri, secara khusus bagi Islam itu sendiri. KeInklusifan yang dimaksud adalah peran Studi Islam itu sendiri yang membuka kesempatan untuk para outsider untuk menghadirkan Islam sebagai wajah yang universal dan menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta. Lewat penelusuran pemikiran secara epistemologis maka dapatlah kita temukan bahwa Studi Islam banyak mengalami dinamika. Hal ini dikarenakan dunia Muslim sendiri yang terus menggumuli bagaimana agar ke-Islam-an dapat terus hidup sesuai dengan realitasnya. Lewat kajian ini akan diperlihatkan bagaimana perubahan gagasan dalam Studi Islam yang pada dirinya sendiri menunjukkan sifat yang Inklusif dan universal. Corak filsafat menjadi penentu dalam dinamika keInklusifan Studi Islam yang pada dasarnya selalu mau membuka diri pada konsepsi baru yang pada akhirnya Islam pun memiliki Epistemologinya sendiri.[Islamic Studies with a normative approach study it a limited field, even often closed to outsiders. Islamic studies with an apologetic theology perspective tend to produce provocative thoughts so that the road is closed for non-Muslims or outsiders in the process of Islamic studies itself. However, when the way is opened for Islamic scientific studies with an interdisciplinary approach, it opens up opportunities for outsiders to get involved in Islamic studies. However, the unfinished question is whether openness in Islamic Studies is built on a robust epistemological basis. What is the epistemological basis of Islamic Studies so that the intended openness can bring about significant changes for society itself, especially for Islam itself? The openness in question is the role of Islamic Studies itself, which opens opportunities for outsiders to present Islam as a universal face and become a blessing for the entire universe. Through an epistemological search of thought, we can find that Islamic studies experience many dynamics. This is because the Muslim world itself struggles with how Islam can continue to live following its reality. This study will show how changes in ideas in Islamic Studies show themselves an open and universal character. The philosophical method becomes a determinant in the dynamics of openness of Islamic studies, which always wants to open itself to new conceptions which in the end Islam also has its epistemology.]