KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN KAMPAR TERHADAP PENINGKATAN DAYA SAING UMKM DESA KOTO MESJID DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)

Abstract

Dalam rangka pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Pemerintah daerah perlu mengembangkan potensi dan meningkatkan daya saing daerahnya dalam menghadapi persaingan global baik secara nasional maupun internasional. Potensi daerah kampar sebagai salah satu daerah yang memiliki pertanian dan perikanan terbesar di Sumatera harus dapat dikembangkan oleh Pemerintah daerah kabupaten Kampar sehingga memiliki daya saing global. Kebijakan pemerintah daerah yang mendukung bagi peningkatan daya saing UMKM terutama di sektor unggulan yaitu sektor perikanan akan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap peningkatan pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Melihat potensi UMKM yang bergerak di bidang perikanan di desa Koto Mesjid Kabupaten Kampar, maka Pemerintah daerah Kampar membuat beberapa kebijakan agar UMKM tersebut dapat bersaing baik ditingkat nasional maupun dalam lingkup yang lebih luas yaitu ASEAN. Kebijakan pemerintah daerah kabupaten Kampar dalam meningkatkan daya saing UMKM di Desa Koto Mesjid dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dapat dilihat dari indikator sebagai berikut: (1) Kebijakan Pembentukan Kawasan Mina Politan Sentra Patin di Desa Koto Mesjid. (2) Kebijakan Pembinaan dan pelatihan kepada UMKM di Desa Koto Mesjid. (3) Kebijakan Pembentukan Kelompok UMKM Pengolah dan Pemasar ikan. (4) Kebijakan Kemitraan. (4) Kebijakan Investasi desa Koto Mesjid. Dengan adanya kebijakan-kebijakan pemerintah daerah kabupaten Kampar tersebut, telah menjadikan produk pengolahan ikan patin yang merupakan hasil dari UMKM yang ada di desa Koto Mesjid Kabupaten Kampar telah dapat menembus pasar ASEAN dan bersaing dalm rangka MEA dengan Vietnam sebagai negara yang juga penghasil ikan olahan di ASEAN.