Pemanfaatan Konseling Neuro Linguistic Programming dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Sekolah Dasar

Abstract

Lingkungan adalah pembentuk atau programer bagi diri siswa yang paling berpengaruh. Misal, suatu ketika seorang siswa tidak dapat mengerjakan PR (pekerjaan rumah) lantas dimarahi sambil dimaki-maki ”Kamu bodoh!” oleh orang tua, bila kata itu diucapkan dengan intonasi tepat (seperti mamaki), dalam intensitas emosional yang tinggi dan ditujukan pada seorang anak, maka si anak mulai membuat makna, mulai membuat persepsi bahwa dirinya adalah ”anak bodoh”. menjadi ”keyakinan bahwa dirinya benar-benar bodoh”. Rumusan masalah Apakah pemanfaatan teknologi konseling Neuro Linguistic Programming dapat mengatasi kesulitan belajar siswa. Adapun tujuan penelitian antara lain: Menjelaskan bagaimana Pemanfaatan Konseling Neuro Linguistic Programming  Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Sekolah Dasar (Studi Kasus Di Konsultan Yoga Atma Psikologi Pekanbaru). Kegunaan Penelitian Memperjelas manfaat konseling Neuro Linguistic Programming dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengungkapkan sesuatu apa adanya. Hasil penelitian Yang paling penting dari NLP penggolongan tipe manusia, tipe manusia menjadi 3 golongan sehigga mampu mengatasi masalah belajar siswa, yaitu visual, auditory, dan kinestetik yang nantinya digunakan dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. NLP ini membuat klien marasa di hargai dan konselor menjadi sangat mengerti apa yang dirasakan klien sehingga kesulitan belajar yang dirasakan yang dikarenakan pemahaman yang salah terhadap diri mampu dihilangkan. Dalam Nlp juga konselor penembusan faktor kritis dari pikiran sadar dan diikuti dengan diterimanya suatu saran tertentu, atau melihat suatu kejadian dengan sudut pandang yang lain atau yang akrab di sebut reframing. Jadi, konseling yang dilakukan setelah faktor kritis klien berhasil ditembus atau klien telah masuk ke kondisi rileksasi mental yang dalam