PENAMBAHAN JAMBU BIJI MERAH TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK MIE BEKATUL UNTUK ANAK OBESITAS

Abstract

Prevalensi obesitas semakin meningkat dari tahun ke tahun terutama pada anak sekolah yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi serat per orang di Indonesia. Salah satu upaya penanggulangan obesitas adalah melakukan penambahan jambu biji merah pada mie basah yang telah disubstitusi dengan tepung bekatul. Pengembangan produk dengan penambahan jambu biji merah pada mie basah bekatul  sebagai pangan fungsional  tinggi serat yang diharapkan dapat menjadi alternatif  pilihan makanan bagi penderita obesitas khususnya pada anak usia 7-9 tahun. Mie basah menjadi pilihan alternatif karena mudahnya pengolahan mie basah yang telah dikenal masyarakat. Tujuan penelitian adalah menganalisis mutu organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) pada mie basah tepung bekatul dengan penambahan jambu biji merah untuk anak sekolah yang obesitas. Jenis penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Taraf perlakuan adalah perbandingan tepung terigu: tepung bekatul dan jambu biji merah yaitu P0=(90:10:0), P1=(90:10:25), P2=(90:10:30), P3=(90:10:35). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu organoleptik warna, aroma, rasa, dan tekstur berpengaruh signifikan terhadap penambahan jambu biji merah pada mie basah bekatul. Taraf perlakuan P1 merupakan taraf perlakuan terbaik. Mie basah bekatul dengan penambahan jambu biji merah untuk perlakuan terbaik dapat dijadikan sebagai makanan alternatif untuk penurunan berat badan karena merupakan produk tinggi serat dengan kadar serat 4,18 g/100 g. Saran untuk penelitian ini adalah perlu penambahan BTP untuk memperbaiki tekstur mie basah agar lebih kenyal dan tidak mudah putus, yaitu STPP (sodium tri polyphospat). Selain itu tekstur mie terasa berpasir sehingga sebaiknya biji jambu merah tidak digunakan.