PENGUJIAN EKSTRAK DAUN SIRIH (PIPER SP.) YANG DIGUNAKAN OLEH PARA WANITA DI GAMPONG DAYAH BUBUE, PIDIE DALAM MENGATASI KANDIDIASIS AKIBAT CENDAWAN CANDIDA ALBICAN

Abstract

Daun sirih (Piperaceae) memiliki kemampuan antiseptik dan antifungi yang sudah lama dikenal oleh masyarakat. Ekstrak daun sirih sudah banyak dilaporkan sebagai agen anti fungi seperti jamur Candida albican. Jamur Candida albicans merupakan flora normal tubuh manusia yang menyebabkan penyakit kandidiasis. Penelitian ini menggunakan ekstrak tiga jenis daun sirih yaitu daun sirih hijau (Piper betle L.), daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav), dan daun sirih hutan (Piper aduncum L.) untuk menghambat pertumbuhan dari jamur Candida albicans. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun sirih tersebut terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans, untuk mengetahui pemanfaatan ekstrak daun sirih yang dilakukan oleh para wanita di Gampong Dayah Bubue, Pidie, untuk mengetahui presentase para wanita yang terkena penyakit kandidiasis. Penelitian ini menggunakan metode difusi cakram, dan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat kali pengulangan. Pengumpulan data dengan cara mengukur zona bening yang terbentuk pada setiap perlakuan. Rataan hasil pengukuran sirih merah=28,7, sirih hutan=13,00, sirih merah=15,46, K+=34,92, dan K-=0. Hasil analisis Ansira adalah Fhitung= 49,72 > Ftabel=3,01 pada taraf signifikan a = 0,05 (5%) dengan DKV1= 4 dan V2= 16. Hasil Uji Beda Jarak Duncan menunjukkan bahwa setiap perlakuan memberi pengaruh yang sangat nyata dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Dengan demikian terbukti bahwa ekstrak daun sirih (Piper sp.) mempengaruhi pertumbuhan jamur Candida albicans. Persentase tertinggi sebanyak 30% terkena kandidiasis pada ibu muda berusia 16-25 tahun, sedangkan persentase terendah pada ibu-ibu berusia 46-55 tahun.