ولاء النصرة في المنظور الإسلامي دراسة تحليلية عن مجموعة الأحكام الإسلامية المادة 58

August 08 2020 | Published by jicl2020

Hukum pewarisan Islam ditetapkan atas dasar kaidah-kaidah tertentu antara
lain adalah orang yang peringkat hubungan kekeluargaannya terdekat dengan pihak
yang meninggal dunia, ia menghajb orang yang peringkat hubungan kekeluargaannya
lebih jauh dari pihak yang meninggal dunia, seperti halnya anak pada derajat pertama
dan anak dari anak pada derajat kedua, dalam hal ini wafat seorang ayah meninggalkan
anak dan cucu, maka dalam keadaan ini anak mewarisi sedangkan cucu tidak, karena
derajat anak lebih dekat dengan pihak yang meninggal dunia. Adapun dalam konsep
ahli waris pengganti menurut Kompilasi Hukum Islam pasal 185, Ahli waris pengganti
menjadi ahli waris karena orang tuanya yang berhak mewaris meninggal lebih dahulu
dari pada si pewaris. Dalam penelitian ini penulis mengkaji tentang ketentuan konsep
ahli waris pengganti dalam kompilasi hukum Islam pasal 185 dan posisinya menurut
kaidah kewarisan Islam. Penelitian Ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan
library reasearch. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode yuridis normatif. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan menganalisis
content pasal tersebut dan posisinya dalam Fiqih kewarisan Islam. Hasil yang diperoleh
(1) Hukum kewarisan Ahli waris pengganti tidak pernah ditemukan baik melalui nash
Al-Qur’an ataupun dalam literatur Fiqh Islam Akan tetapi syari’at Islam telah memberi
solusi terhadap perkara tersebut dengan wasiat wajibah, ataupun ketika pada pembagian
Harta kepada ahli waris yang berhak memberi mereka yang hadir pada saat pembagian
baik dalam bentuk hadiah atau hibah, selanjutnya agar ditetapkannya undang-undang
Nafaqoh dalam Islam. (2) Bahwa Ketentuan ahli waris pengganti yang terdapat dalam
Kompilasi Hukum Islam Pasal 185 berisikan Ahli waris yang meninggal lebih dahulu dari
pada pewaris maka kedudukannya dapat digantikan oleh anaknya, dengan syarat bagian

bagi ahli waris pengganti tidak boleh melebihi bagian ahli waris yang sederajat dengan
yang diganti. Pasal tersebut terdapat pembatasan melalui rapat kerja Nasional Mahkamah
Agung Republik Indonesia menentukan bahwa Ahli Waris Pengganti sebenarnya terbatas
hanya sampai dengan cucu saja.
Kata Kunci: Ilmu waris, Kompilasi Hukum Islam, Ahli waris pengganti,Wasiat wajibah.