KONSEP AGAMA-AGAMA DALAM MEMBINA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA

kamaluddin kamaluddin

Abstract


Abstrak

Apabila penganut agama memahami secara baik dan benar agama yang dianutnya, dan diamaalkannya pula dengan baik dan benar ajaran agama tersebut, maka sudah dapat dipastikan kerukunan antar umat beragama dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sebaliknya bila pola keberagamaan umat masih bersifat formalisme yang kering dengan nilai-nilai spiritual dan moralis, bukan tidak mungkin agama menjadi salah satu faktor yang mendorong terajdinya komplik di tengah- tengah masyarakat.

 

Kata Kunci: Agama, Membina, Kerukunan dan Umat.

 

Abstract

If religious followers understand the religion they adhere to properly and correctly, and practice the teachings of that religion properly, then it is certain that harmony between religious communities can be realized in the life of society and the state. In fact, if the religious pattern of the ummah which is formalism is dry with spiritual and moral values, it is not impossible that religion will become one of the factors that encourage the existence of complications in society.

 

Keywords: Religion, Fostering, Harmony and People.


Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

A’la, Abul. (2002). Melampaui Dialog Agama, Jakarta: Buku Kompas.

Ali, A. Mukti. (1972). Dialog Antar Umat Beragama Jawa Timur. Yokyakarta

-----------------(1985). Beberapa Persoalan Agama Dewasa Ini. Jakarta: Rajawali Pers.

Cudamani, Pengantar Agama Hindu Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Penerbit Yayasan Dharma Sarathi. Nottingham, Elizabeth K. (1992). Agama dan Masyarakat, Suatu Pengantar Sosiologi Agama. Jakarta: Rajawali Press.

Harsojo. (1983). Pengantar Antropologi. Jakarta: Binacipta.

Robettson, Roland. ed. Agama Dalam Analisis dan Interpretasi Sosiologis. Jakarta: Rajawali.

Soeroyo. (1993). Agama dan Masyarakat, et. All, Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press.

Sadya, Wayan. (1990). Panggilan Weda. Dharma Sarathi.

Swabodhi, Harsa. (1980). Upamana Pramana Buddha Dharma dan Hindu Dharma, Yayasan Perguruan Budaya.

Harliman. Menuju Peningkatan Kerukunan Hidup Beragama. Disampaikan Pada Musyawarah Cendikiawan Antae Agama Propinsi Sumatera Utara.

Diputra, Oka. (1986). Dharma Nidya. Jakarta: BP Dharma Nusantara Bahagia.

U.P.D.D. Harsa Swabodhi. Buddha Dharma Pelbagai Yana. Yayasan Pendidikan Buddha Dharma.

Lembaga Al-Kitab Indonesia. (1982). Al-Kitab Perjanjian Lama dan Perjajian Baru. Jakarta: Lembaga Al-Kitab Indonesia.

Rakhmat, Ioanes. (1997). Fundamentalisme, Agama-agama dan Teknologi. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Mardame Simbolon, (1994). Paulinus. Kerukunan Beragama, Dialog Antar Umat Beragama. Medan.

Madjid, Nurcholish. (1971). Islam Doktrin dan Peradaban Sebuah Telaah Kritis Tentang Keimanan, Kemanusiaan dan Kemerdekaan. Jakarta: Yayasan Wakaf Para Madina.

Departemen Agama RI. (1971). Al-Qur’an dan Terjemahnya. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penterjemeh/Penafsir Al-Qur’an.

Ridwan Lubis. Corak Pemikiran Keagamaan yang Mendukung Terwujudnya Kerukunan Hidup Sosial Umat Beragama.




DOI: http://dx.doi.org/10.51900/ssr.v3i2.8875

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Studia Sosia Religia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

About the JournalJournal PoliciesAuthor Information

Studia Sosia Religia: Jurnal Studi Agama-Agama
e-ISSN: 2622-2019
Website: http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/ssr/index
Email: studiasosiareligia@uinsu.ac.id
Published by: FUSI UIN SU Medan
Office: Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Sumatera Utara Medan, Jl. Williem Iskandar Pancing Medan, Pasar V Medan Estate» Tel /fax : 0616622925 /