PROTRET KAUM PEREMPUAN PRA-ISLAM DALAM AL-QUR`AN

Abstract

Artikel ini hendak mengungkap bagaimana gambaran tentang kaum perempuan era pra-Islam sejauh yang dipotret oleh al-Qur`an. Hal ini dilakukan untuk memberi landasan wawasan bahwa betapa Islam sejatinya amat meninggikan harkat dan martabat kaum perempuan. Karena pembahasan dalam tulisan ini mengaitkan sebuah tema yang ada dalam al-Qur`an, maka metode yang digunakan merujuk pada kerangka metode tafsir maudhu’i (tematik). Secara operasional, dalam tulisan ini ayat-ayat tentang kaum perempuan pra-Islam akan diinventarisir lalu diorganisasi ke dalam beberapa sub-tema yang semuanya mengacu pada tema utama, yakni kaum perempuan pra-Islam. Adapun hasil pembahasan secara tematisasi ayat menunjukkan bahwa: pertama, Islam sangat menjunjung tinggi kaum perempuan serta memberikan kedudukan yang setara dengan kaum laki-laki. Kedua, Islam juga memberi ruang yang cukup memadai dan leluasa kepada kaum perempuan untuk berperan di ruang publik. Ketiga, terkait dengan keadaan kaum perempuan di masa pra-Islam sejauh yang direkam al-Qur`an menunjukkan bahwa mereka pada masa itu merupakan kaum yang tertindas. Sejumlah hak mereka tidak diberikan atau dikurangi oleh sistem jahiliah yang berpihak hanya kepada kaum laki-laki. Puncak dari perilaku keji sistem jahiliah terhadap kaum perempuan adalah kebiasaan mereka bermuka masam saat istri-istri mereka melahirkan bayi perempuan, bahkan pada tingkat terekstrim bayi-bayi perempuan itu dikubur hidup-hidup karena dianggap aib.