TERMINOLOGI RAHMAH DALAM AL QUR’AN (Studi Interpretasi Quraish Shihab Dalam Tafsir Al-Misbah)

Abstract

Rahmah is a thematic study that has not been maximally touched by muslims, especially muslim scholars who specifically pursue the field of interpretation, because the interpretation and understanding of this rahmah is considered final, but actually if it’s trace in either through a specific interpretation of the study or examining the books of ulama interpretation which is mu’tabar, certainly will find many kinds of meanings and interpretations of this rahmah. In this studies the rahmah will be examined and presented through the perspective by mufassir of Al-Qur’an namely Quraish Shihab in Tafsir al-Misbah, the point of this research have meaning that is Quraish Shihab interprets about rahmah is not only to merciful and repayment of Allah in the form of heaven and others, it’s also means something that important in Allah creation as heaven but rahmah is the inherent characteristic of the giver god who is not limited to something. The normative interpretation of Quraish Shihab about rahmah based on the hadith and the opinions of the interpreters (master in tafsir studies) previous then the interpretation is compared and concludes with Quraish Shihab opinions. Rahmah merupakan kajian tematik yang belum tersentuh secara maksimal oleh kalangan muslimin terutama sarjana-sarjana muslim yang secara khusus menekuni bidang tafsir, sebab penafsiran serta pemahaman terhadap rahmah ini dianggap sudah final, padahal jika ditelusuri, baik melalui kajian tafsir secara khusus atau menelaah dari kitab-kitab ulama’ tafsir yang mu’tabar, tentu akan banyak menjumpai ragam makna dan penafsiran dari rahmah ini. Dalam kajian ini rahmah akan diteliti dan disajikan melalui sudut pandang seorang mufassir yakni Quraish Shiha>b dalam Tafsi>r al-Mis}ba>h. Temuan penelitian menyimpulkan bahwa penafsiran Quraish Shiha>b dalam Tafsi>r al-Mis}ba>h, keduanya memiliki makna yang sangat berarti bagi para penerimanya yakni rahmah tidak hanya terbatas pada kasih, sayang dan balasan Allah berupa surga dan lainnya akan tetapi ia juga bermakna sesuatu yang melebihi ciptaan-Nya (surga) sebab rahmah ialah sifat yang melekat pada si pemberinya yakni Allah yang tidak terbatas pada sesuatu. Adapun penafsiran secara normatif Quraish Shiha>b menafsirkan rahmah berdasarkan hadis dan pendapat-pendapat ulama’ tafsir sebelumnya kemudian penafsiran tersebut dibandingkan sekaligus disimpulkan dengan pemikirannya.