Pemberian Terapi Trauma Healing Bagi Sekolah Dasar Terdampak Gempa Dan Tsunami Kota Padang

Abstract

SDN 19 Air Tawar merupakan SD yang berjarak 2 km dari kampus STIKES Syedza Saintika dan berjarak 700 m dari bibir laut. SD ini memiliki 6 kelas dengan jumlah murid 135 orang. Dalam sebulan terakhir telah 4 kali siswa dihentikan pembelajaran dan pulang  begitu saja dikarenakan adanya gempa serta 7 orang siswa cidera (4 orang terbentur dan 3 orang terjatuh) karena berdesakkan keluar saat terjadinya gempa. Tidak hanya itu, dalam 6 bulan terakhir ada 1 orang siswa yang hilang selama  2 hari 1 malam dikarenakan berlari saat gempa terjadi dan tidak ingat lagi jalan untuk pulang kerumahnya. Hal  ini memperlihatkan trauma akan gempa masih ada dalam diri siswa tersebut. Masih traumanya siswa selain disebabkan oleh karena posisi sekolah di bibir pantai juga disebabkan karena belum  siaganya baik siswa maupun lingkungan sekolah  terhadap bencana gempa maupun tsunami. Dalam mengatasi masalah ini, ada beberapa solusi yang telah dilakukan yaitu  pertama, memberikan terapi trauma healing kepada siswa dengan cara duduk berkelompok (satu kelompok terdiri dari 10 sampai 11 orang), masing – masing orang dikelompok  menceritakan masa lalu mereka mengenai gempa dan potensi tsunami dan hal – hal yang dapat mereka lakukan saat terjadi bencana.